Pages

Monday, March 18, 2013

Sushi dan Trik Makan Sushi

KEENGGANAN makan sushi bagi sebagian orang lantaran pemakaian bahan mentah pada makanan asal Jepang ini. Alasan lainnya adalah cara makannya yang susah.

Berikut panduan makan sushi bagi Anda yang baru ingin mencobanya, seperti diulas Wikihow:

Pilih restoran sushi dengan reputasi baik
Ini penting bagi Anda yang pertama kali makan sushi. Persiapan ikan yang buruk dapat merusak pengalaman Anda makan sushi hingga tidak akan berniat memakannya lagi. Trauma akan semakin buruk jika Anda tidak menyukai seafood.

Anda dapat melakukan banyak percobaan makan sushi jika telah mempunyai pengalaman menyenangkan sebelumnya. Sebaliknya, jika Anda baru ingin mencoba, maka lakukan dengan aman. Jika Anda masih ragu mencoba makan sushi untuk pertama kalinya, cobalah jenis sushi nigiri dengan rasa lebih lembut dibandingkan jenis lain dengan bahan seafood mentah.

Tidak selamanya sushi mahal memiliki kualitas baik. Jika Anda mengenal teman yang tahu restoran sushi yang enak, mintalah rekomendasi darinya atau melihat tulisan pengalaman makan sushi di forum pencinta kuliner di situs online.

Jika memungkinkan, duduklah di sushi bar
Dengan duduk di sushi bar, Anda akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan chef sushi dan menanyakan kualitas ikan yang mereka gunakan.

Pastikan pilihan jenis sushi
Jika memungkinkan, pesan jenis sushi yang Anda inginkan secara langsung ke chef, dan pesan menu bukan sushi kepada pelayan restoran. Tanyakan pada chef jenis sushi yang direkomendasikan olehnya, cobalah yang paling segar. Jika Anda memilih sushi dengan seafood mentah, lebih baik mencobanya dulu untuk memastikan kesegarannya. Berhati-hatilah menggambarkannya. Jika Anda bertanya "apakah ini segar?", itu terkesan menghina karena Anda menganggap ikan yang disajikan tidak segar. Tanyakan saja mana yang paling segar.

Jika Anda ingin menyantap menu lain saat sushi disiapkan, mintalah edamame (kacang kedelai rebus), suimono (sup bening), atau misoshiru (sup fermentasi kacang kedelai) Pilihlah teh hijau atau air mineral jika ingin minum, minuman bersoda hanya akan merusak rasa sushi yang nanti Anda nikmati.
Jenis-jenis sushi bisa Anda coba: Sashimi (irisan ikan mentah tanpa nasi), nigiri (irisan ikan mentah dibalur melingkar oleh nasi), maki (biasanya terdiri dari satu atau dua jenis ikan atau sayuran yang digulung dengan nasi, dilapisi dengan rumput laut yang dipanggang dan dipotong dengan porsi sekali makan) patut Anda coba. Pilihan tepat untuk orang-orang yang menyukai ikan mentah, adalah temaki, mirip dengan maki, hanya saja bahan-bahannya digulung membentuk kerucut sehingga ketika dipegang dan digigit seperti makan taco.

Cuci tangan sebelum makan sushi
Banyak bar sushi yang menyediakan handuk hangat saat menghidangkan sushi. Meskipun banyak pula yang memilih makan menggunakan sumpit, itu hanyalah pilihan, termasuk makan dengan tangan.

Tahu bahan apa yang Anda pilih
Biasanya, sushi disajikan bersama wasabi, pasta hijau pedas, dan acar jahe yang diiris tipis yang diletakkan dekat wasabi. Sebagai tambahan, disediakan soy sauce untuk cocolan sushi. Tuang soy sauce ke piring kecil, celupkan semua bagian sushi atau hanya sedikit.

Berhati-hatilah ketika mencelupkan nigiri ke dalam soy sauce, karena biasanya akan berantakan, kecuali jika Anda menggunakan tangan. Jika sushi sudah mengandung saus, jangan celupkan lagi ke soy sauce. Cobalah menikmati sushi dengan racikan bumbu dari chef.

Sebagai alternatif, gunakan sumpit untuk mencelupkan jahe ke dalam soy sauce. Kemudian, gunakan jahe tadi untuk menyapu ikan dibandingkan menyelupkan ikannya secara langsung. Cara ini memberikan rasa pada jahe dan jahe tidak langsung disantap.

Jangan terlalu berlebihan menggunakan wasabi. Rasa sushi tidak akan nikmat jika Anda terlalu berlebihan menggunan soy sauce atau wasabi. Sebaiknya coba nikmati sushi tanpa tambahan wasabi. Biasanya, jenis nigiri telah mengandung wasabi yang diletakkan di antara ikan dan nasi, sehingga jarang menggunakan tambahan wasabi untuk jenis ini.

Makan sushi dalam satu kali masuk mulut
Jika potongannya terlalu besar, makan dalam dua kali gigit. Nikmati rasa dan tekturnya. Mungkin Anda akan takjub akan kelembutan ikan. Ingat, jangan berlebihan Nikmatilah setiap gigitan sushi.

Segarkan mulut dengan irisan jahe
Makanlah irisan jahe saat Anda beralih ingin menyantap sushi jenis lain. Jangan makan sushi jenis berbeda dalam satu kali santap.

ASAL MULA SUSHI

Kata 'sushi' berarti 'masam' atau 'asam'. Arti kata ini bisa dijadikan gambaran jika dahulu sushi dikenal sebagai produk fermentasi. Ikan segar dibungkus dengan nasi sehingga membuat kandungan asam amino dalam ikan mengurai dan terjadilah fermentasi. Ikanpun agak asam.

Dalam situs www.sushi-master.com disebutkan jika sushi mulai disajikan sejak abad ke-4 SM di Asia Tenggara. Dahulu sushi adalah makanan yang diawetkan seperti ikan atau daging dan difermentasi dengan nasi. Ikannya disimpan dalam nasi untuk difermentasi secara alami selama beberapa bulan. Kemudian ikannya dikonsumsi sedangkan nasinya dibuang. Kemudian diadaptasi oleh China sebelum dikenal orang Jepang.

Seiring berjalannya waktu, sushi diperkenalkan ke Jepang sekitar abad ke-8. Karena warga Jepang lebih suka makan nasi bersama ikan maka keduanya disajikan bersama. Umumnya mereka mengonsumsi sushi dengan topping ikan mentah. Cara penyajian ini membuat sushi lebih dikenal sebagai masakan dibandingkan sebagai cara mengawetkan makanan.

Beberapa ratus tahun kemudian, cuka mulai ditambahkan dan membuat aroma sushi semakin tajam. Sushi beraroma menyengat ini disebut dengan nare sushi yang tidak disukai banyak orang. Namun sebagian besar jenis sushi yang dikenal adalah oshi sushi, merupakan sushi yang dibentuk dengan cara ditekan-tekan di dalam wadah kayu persegi.

Jenis sushi yang satu ini baru dipotong-potong jika akan dimakan. Karenanya sushi sering dijadikan bekal saat perjalanan. Karena orang Jepang doyan makan, maka ukuran sushi ini dibuat sangat besar. Sushinya berbentuk kotak persegi dengan topping ikan di atasnya.

Sejak zaman Edo, sushi jenis nigiri sushi dikenal di Jepang. Ukuran sushi ini jauh lebih kecil dari oshi sushi dan cenderung lebih mudah dinikmati. Selain itu juga ada ikkan sushi yang bertopping sembilan jenis seafood atau lebih.

Sampai tahun 1970-an sushi masih dianggap sebagai makanan mewah. Bagi rakyat biasa di Jepang, sushi hanya dimakan saat perayaan acara-acara khusus. Sering juga disajikan sebagai buah tangan untuk istri yang menunggu suaminya pulang kerja.

Sumber: detikfood dan www.sushi-master.com

0 comments

Post a Comment