Pages

Thursday, August 21, 2014

Presiden Republik Indonesia

1. Presiden RI yang Pertama
Dr.(HC) Ir. Soekarno
Dipilih dan dilantik sebagai Presiden RI pertama pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sebagai Wakil Presidennya adalah Drs. Mohammad Hatta. Drs. Mohammad Hatta menjabat sebagai Wakil Presiden hingga tanggal 1 Desember 1956 karena berselisih paham dengan Ir. Soekarno.
Sejak 1 Desember 1956 Ir. Soekarno menjabat sebagai Presiden RI hingga tanggal 22 Februari 1967 tanpa didampingi oleh seorang Wakil Presiden.

Ir. Soekarno berasal dari Partai Nasional Indonesia (PNI).

2. Presiden RI yang Kedua
Jend. Besar TNI Purn. Haji Muhammad Soeharto

Setelah memimpin dalam penumpasan Gerakan 30 September PKI (G 30 S PKI), Soeharto mengambil alih kekuasaan Ir. Soekarno, ditunjuk oleh MPRS sebagai pejabat presiden berdasarkan Tap MPRS No XXXIII/1967 dan memimpin negara RI mulai tanggal 22 Februari 1967. Melalui Sidang Istimewa MPRS, pada 7 Maret 1967, Soeharto ditunjuk sebagai pejabat presiden sampai terpilihnya presiden oleh MPR hasil pemilihan umum.

Soeharto menjadi presiden sesuai hasil Sidang Umum MPRS (Tap MPRS No XLIV/MPRS/1968) pada 27 Maret 1968.

Selama masa jabatannya sebagai Presiden, Soeharto telah didampingi oleh 6 orang Wakil Presiden, yaitu:
a. Sri Sultan Hamengkubuwono IX (periode 24 Maret 1973 s.d.  23 Maret 1978)
b. H. Adam Malik Batubara (periode 23 Maret 1978 s.d. 11 Maret 1983)
c. Umar Wirahadikusumah (periode 11 Maret 1983 s.d. 11 Maret 1988)
d. H. Soedharmono, S.H. (periode 11 Maret 1988 s.d. 11 Maret 1993)
e. Try Sutrisno (periode 11 Maret 1993 s.d. 10 Maret 1998)
f. Bacharuddin Jusuf Habibie (periode 10 Maret 1998 s.d. 21 Mei 1998)

Pada tanggal 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Presiden setelah aksi Demonstrasi yang diprakarsai oleh Mahasiswa yang menuntut pengunduran dirinya.

Soeharto berasal dari Partai Golkar.

3. Presiden RI yang Ketiga
Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie

Menjadi Presiden RI yang ketiga setelah Soeharto mengundurkan diri sebagai Presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 8 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa "bila Presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis waktunya".

Dalam periode kepemimpinan B.J. Habibie sebagai Presiden yang tidak didampingi oleh seorang Wakil Presiden tersebut terdapat beberapa kebijakan dan hal yang kontroversial yang terjadi, seperti kebijakan mengadakan referendum bagi Kemerdekaan Provinsi Timor Timur, yang akhirnya menyebabkan hasil referendum adalah rakyat di Timor Timur memilih untuk merdeka sehingga saat ini menjadi negara Timor Leste. Selain itu, hal kontroversial yang terjadi adalah laporan pertanggungjawaban B.J. Habibie di depan Sidang Umum MPR tahun 1999 ditolak oleh MPR.

Walau demikian, pemerintahan B.J. Habibie ini berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, yaitu dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU Otonomi Daerah.

Selama menjabat sebagai Presiden RI, tidak ada Wakil Presiden yang membantu B.J. Habibie.

B.J. Habibie yang berasal dari Partai Golkar ini menjabat sebagai Presiden hingga tanggal 20 Oktober 1999.

4. Presiden RI yang Keempat
K.H. Abdurrahman Wahid

K.H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil "Gus Dur" diangkat menjadi Presiden RI yang keempat pada tanggal 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu anggota DPR dan DPD tahun 1999.

Wakil Presiden yang membantu Gus Dur dalam menjalankan Pemerintahan adalah Megawati Soekarnoputri.

Masa kepemimpinan Gus Dur berakhir pada tanggal 23 Juli 2001 setelah mandatnya dicabut oleh MPR pada Sidang Istimewa MPR.

Gus Dur adalah pendiri Partai Kebangkitan Bangsa.



5. Presiden RI yang Kelima
Megawati Soekarnoputri

Setelah mandat sebagai Presiden RI yang diberikan kepada Gus Dur dicabut dalam Sidang Istimewa MPR, maka praktis Megawati Soekarnoputri yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden, diangkat menjadi Presiden RI yang kelima pada tanggal 23 Juli 2001.

Wakil Presiden yang dipilih untuk mendampinginya dalam menjalankan Pemerintahan adalah Hamzah Haz. Megawati bersama Hamzah Haz menjalankan pemerintahan sebagai Presiden dan Wakil Presiden hingga tanggal 20 Oktober 2004.

Megawati yang merupakan putri dari Presiden Pertama RI, Soekarno adalah berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

6. Presiden RI yang Keenam
Jend. TNI (Purn.) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono atau yang lebih dikenal dengan panggilan "SBY" adalah merupakan presiden RI pertama yang dipilih secara langsung oleh Rakyat. Bersama H. Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, terpilih untuk menjabat sejak 20 Oktober 2004.

Kemudian pada Pemilihan Presiden yang kedua kalinya, SBY kembali terpilih untuk menjabat sebagai Presiden RI pada tanggal 20 Oktober 2009. Wakil Presiden yang terpilih untuk mendampingi SBY dalam jabatannya yang kedua kali sebagai Presiden RI adalah Prof. Dr. H. Boediono, M.Ec. Jabatan periode yang kedua sebagai presiden ini berakhir pada tanggal 20 Oktober 2014.

SBY adalah berasal dari Partai Demokrat.

7. Presiden RI yang Ketujuh
Ir. H. Joko Widodo

Joko Widodo yang lebih dikenal dengan sapaan "Jokowi" terpilih sebagai Presiden RI yang ketujuh bersama wakilnya H. Muhammad Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden tanggal 9 Juli 2014. Jokowi dan Jusuf Kalla dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2014. Jokowi dan Jusuf Kalla diusung oleh partai PDIP, Partai Nasdem, PKB dan Partai Hanura.

Proses pelantikan Jokowi dan Jusuf Kalla ini mencetak sejarah karena setelah dilantik oleh MPR, Jokowi dan Jusuf Kalla disambut secara meriah oleh masyarakat yang berdiri sepanjang jalan Jend. Sudirman dari Semanggi ke Bundaran HI (Jl. M.H. Thamrin) hingga ke Istana Negara.



Di samping ketujuh Presiden tersebut, sebenarnya masih ada yang menjabat Presiden RI sementara. Mereka adalah.

1. Sjafruddin Prawiranegara

Menjabat sebagai Presiden RI/Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 19 Desember 1948 s.d. 13 Juli 1949 menggantikan sementara Soekarno, ketika Pemerintah RI di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer II.

2. Asaat

Ia merupakan pemangku jabatan Presiden Republik Indonesia sementara pada masa pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 27 Desember 1949 s.d. 15 Agustus 1950.




0 comments

Post a Comment